
Jombang, AnalisaSiberNews.com – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menunjukkan komitmen nyatanya dalam memberikan pengabdian yang humanis kepada masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui gelaran puncak kegiatan Bakti Kesehatan yang dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang, Jalan KH Romli Tamim, Jelakombo, Kabupaten Jombang, pada Selasa (23/6/2026).
Tidak tanggung-tanggung, aksi sosial berskala besar ini berhasil menjangkau dan memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada sekitar 2.500 warga dari berbagai elemen masyarakat.
Puncak acara bakti kesehatan di Jombang ini dihadiri langsung oleh Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim. Turut hadir selaku tuan rumah, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR., beserta jajaran pejabat utama dan para Kapolsek di wilayah Polres Jombang.
Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol dr. Wahono Edi Prastowo, menjelaskan bahwa momentum puncak kegiatan ini terkoneksi secara nasional. Acara ditandai dengan pelaksanaan zoom meeting yang dipimpin langsung oleh Kapolri dari Mabes Polri, menandakan soliditas Polri dalam bergerak serentak demi kemanusiaan.
“Bakti kesehatan ini dilaksanakan serentak oleh Bidokkes di seluruh Indonesia yang telah berlangsung sejak 1 Juni dan akan berakhir pada 30 Juni 2026. Untuk Jawa Timur, puncaknya sengaja kita gelar di Rumah Sakit Bhayangkara Jombang,” ujar Kombes Pol dr. Wahono.
Layanan yang diberikan dalam bakti kesehatan ini terbilang sangat komprehensif, mencakup tindakan medis berat hingga penanganan gizi mendasar. Masyarakat yang hadir dapat mengakses berbagai fasilitas medis secara cuma-cuma, antara lain:
Tindakan Bedah:Operasi katarak, operasi bibir sumbing, dan khitan massal bagi anak-anak.
Pelayanan Medis Umum & Spesialis: Pemeriksaan kesehatan umum, serta konsultasi/pengobatan bersama dokter spesialis.
Kesehatan Ibu & Anak: Pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan pascamelahirkan, serta penanganan intensif untuk balita *stunting*.
Perawatan Gigi: Layanan kesehatan gigi dan mulut.
Polda Jatim secara inklusif menyasar berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 2.500 penerima manfaat terdiri dari pelajar, balita, ibu hamil, ibu pascamelahirkan, pekerja sektor informal, pengemudi ojek online (ojol), hingga masyarakat umum di wilayah Kabupaten Jombang dan sekitarnya.
Sebagai bentuk kepedulian jangka panjang, rangkaian acara ditutup secara simbolis dengan penyerahan paket nutrisi tambahan kepada para ibu hamil dan anak-anak yang terindikasi mengalami stunting.
Mengenal ‘Kartu Bhayangkara Prioritas‘: Layanan Setara Keluarga Polri
Selain memberikan penanganan medis langsung di lokasi, Polda Jatim juga memanfaatkan momentum ini untuk menyosialisasikan Program Kartu Bhayangkara Prioritas. Program inovatif yang telah berjalan selama kurang lebih tiga tahun ini dirancang khusus untuk mitra Polri dan masyarakat yang memenuhi kriteria tertentu.
Keunggulan Kartu Bhayangkara Prioritas:
1. Kemudahan Akses: Memotong jalur birokrasi pendaftaran yang rumit.
2. Fasilitas Utama: Mendapatkan prioritas pelayanan medis yang setara dengan keluarga besar Polri.
3. Inklusivitas Pelayanan: Berlaku untuk berbagai jenis pelayanan kesehatan di RS Bhayangkara.
Meski menawarkan privilese kemudahan, Kombes Pol dr. Wahono mengingatkan adanya regulasi yang tetap harus dipatuhi oleh pengguna kartu.
“Pemegang kartu tetap diwajibkan terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan untuk dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut atau mengurus program ini, dapat langsung datang ke Rumah Sakit Bhayangkara Jombang,” jelas Kabiddokkes.

Melalui tema pengabdian yang humanis, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 ini berhasil menjadi momentum penting bagi institusi Polri untuk memperkuat kedekatan (kedekatan emosional dan sosial) dengan masyarakat.
Bagi ribuan warga Jombang yang memadati area rumah sakit, kegiatan ini bukan sekadar seremonial tahunan. Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dan kepolisian dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat yakni kesehatan yang layak dan inklusif melalui aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya di lapangan.





