ANALISASIBERNEWS.COM
SINTANG – Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Jasad Muhammad Rizqi Hadi Wibowo (17), siswa SMKN 1 Sintang yang tenggelam di Danau Biru, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (21/06/2026).
Operasi pencarian ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas, Satpol Airud Polres Sintang, Peesonil dari Polres Sintang, Personil Polsek Kota, Personil Damkar Kabupaten Sintang serta dibantu oleh warga setempat.
Setelah melakukan penyisiran pasca-kejadian, tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi korban dari dalam danau.
Korban diketahui merupakan warga Jalan YC. Oevang Oeray, Gang Aneka 2, Desa Baning, Kecamatan Sintang. Almarhum merupakan anak dari almarhum Hadi Wibowo dan Ibu Sri Wahyuni, yang saat ini duduk di bangku kelas 2 SMKN 1 Sintang.
Kronologi Kejadian :
Peristiwa tragis ini bermula pada Sabtu (20/06/2026) pagi. Korban menyusul dua rekannya, Tegar Ginong Prahona dan Hidayatul Fikri, yang sudah berada di Danau Biru, Jalan MT. Haryono, Kelurahan Sengkuang, setelah mereka selesai berolahraga joging.
Sekitar pukul 08.00 WIB, korban tiba di lokasi dan langsung memutuskan untuk berenang terlebih dahulu. Sementara itu, kedua rekannya masih berada di pinggir danau untuk mendinginkan badan.
Beberapa menit berselang, kedua saksi ikut turun ke air dan melihat korban sudah berenang ke arah tengah danau. Rekan korban sempat menegur dan mengingatkan agar korban tidak berenang terlalu jauh ke tengah.
Saksi Tegar kemudian berenang menyusul dan sempat mendahului korban. Namun, saat berbalik arah, ia melihat korban mulai kesulitan berenang dan berusaha keras untuk tetap mengapung.
Tegar sempat mencoba berenang mendekat untuk memberikan pertolongan. Sayangnya, karena kelelahan, saksi terpaksa kembali menepi untuk mencari pegangan dan berteriak meminta bantuan warga sekitar bersama Hidayatul. Hanya dalam waktu satu menit saat saksi mencari bantuan, korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air dan tenggelam.
Saat ini, jasad korban telah dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.
Kapolres Sintang AKBP. Sanny Handityo, S.I.K.,M.H., melalui Kasatpolairud Polres Sintang, IPTU Sutarji, membenarkan keberhasilan evakuasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa penemuan jasad korban merupakan hasil kerja keras tim gabungan yang bergerak cepat sejak menerima laporan kehilangan.
“Benar, setelah melakukan pencarian intensif sejak hari Sabtu, tim gabungan dari Satpolairud, Personil Polres Sintang, Personil Polsek Kota, Personil Damkar Kabupaten Sintang, Basarnas, dan dibantu warga sekitar akhirnya berhasil menemukan korban pada Minggu ( 21/06/2026 ) dalam kondisi meninggal dunia. Jasad korban langsung kita evakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar IPTU Sutarji, Minggu malam.
IPTU Sutarji juga memberikan himbauan tegas kepada masyarakat, khususnya para remaja, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan Danau Biru.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, terutama anak-anak muda, agar tidak berenang di area danau yang dalam jika tidak memiliki kemampuan berenang yang cukup. Kedalaman danau dan kondisi arus bawah air sangat berbahaya. Tolong utamakan keselamatan agar kejadian tragis seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya. ( Wid )





