

ANALISASIBERNEWS.COM

BANDUNG, 6 Juni 2026 – Menjelang senja yang teduh, Masjid Al-Karomah di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dipenuhi jemaah yang datang dengan satu harapan: mencari ketenangan hati. Dalam balutan suasana khusyuk, kajian bertajuk “Pulih Ka Hati: Ikhlas Jalan Pulang Sebuah Hati” digelar pada Sabtu (6/6/2026) mulai pukul 15.30 WIB hingga selesai.
Acara yang terbuka untuk umum dan tanpa dipungut biaya itu menjadi ruang spiritual bagi masyarakat untuk merenungi makna hidup, memaafkan luka, dan kembali mendekat kepada Allah SWT.
Kegiatan ini dihadiri oleh H. Dadang M. Naser, S.H., S.I.P., M.I.P., yang juga menjabat sebagai Ketua DKM Masjid Al-Karomah. Kehadirannya disambut hangat oleh para jemaah yang telah memadati area masjid sejak siang hari.

Siraman rohani disampaikan oleh Ustaz Nana R. Gerhana, pendakwah yang dikenal dengan gaya penyampaian yang lembut dan menyentuh. Dipandu oleh Teh Aisy sebagai pembawa acara, suasana kajian berlangsung hangat sekaligus penuh kekhusyukan.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Nana mengajak setiap muslim untuk menjadikan keikhlasan sebagai jalan kembali kepada Allah. Menurutnya, hati yang terluka tidak selalu membutuhkan jawaban, tetapi membutuhkan ketulusan untuk menerima setiap ketetapan-Nya.
«”Ikhlas adalah jalan pulang terbaik bagi setiap hati yang sedang mencari ketenangan. Ketika kita berserah diri sepenuhnya kepada Allah, di situlah pemulihan hati yang sejati dimulai,” tutur Ustaz Nana di hadapan para jemaah.»
Pesan tersebut membuat banyak jemaah larut dalam perenungan. Sejumlah peserta tampak menundukkan kepala, mengusap air mata, dan mengaminkan setiap doa yang dipanjatkan.
Meski kegiatan ini diselenggarakan secara gratis, panitia menyediakan kesempatan bagi jemaah yang ingin berbagi melalui infak sukarela. Dengan penuh keikhlasan, para hadirin memberikan sebagian rezekinya sebagai bentuk dukungan terhadap kemakmuran Masjid Al-Karomah dan berbagai kegiatan sosial-keagamaan yang dijalankan.
Bagi DKM Masjid Al-Karomah, kegiatan ini bukan sekadar agenda dakwah, melainkan ikhtiar membangun kekuatan spiritual masyarakat serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan yang penuh tantangan.
Di penghujung acara, doa-doa dipanjatkan bersama. Senja di Ciparay pun menjadi saksi bahwa di balik setiap luka, selalu ada jalan pulang—dan bagi banyak hati, jalan itu bernama ikhlas.
Kontributor
(Abank Jenggo)
Editor red AnalisaAiberNsws


Tidak ada komentar