x
Hotline News

Diduga TPU Desa Melilian, Kecamatan Gelumbang, Sudah Penuh Semak Belukar dan Tak Terurus, Menjadi Sorotan Warga

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 13:32 50 Aziz Redaksi Jabar

ANALISASIBERNEWS.COM

Muara Enim – Kondisi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di wilayah Desa Melilian, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, kini menjadi perbincangan hangat dan sorotan tajam masyarakat. Pasalnya, lokasi yang seharusnya menjadi tempat penghormatan terakhir warga ini terlihat sangat memprihatinkan: penuh ditumbuhi semak belukar, rumput liar yang tinggi, dan sama sekali tidak terawat, seolah terbengkalai bertahun-tahun lamanya.

Kondisi Lapangan: Hilang di Balik Rimbunan Semak pantauan di lokasi memperlihatkan pemandangan yang menyedihkan. Seluruh areal pemakaman tertutup rapat oleh tanaman liar, ilalang, dan pepohonan kecil yang tumbuh tak terkontrol. Makam-makam warga hampir tidak terlihat wujudnya, tertimbun dedaunan kering dan rimbunan semak. Jalan masuk maupun jalan setapak yang dulunya digunakan warga untuk berziarah kini sudah hilang sama sekali, tertutup rapat sehingga sangat sulit untuk dilalui.

Banyak makam yang batas-batasnya sudah tidak jelas, bahkan ada yang tertimbun tanah dan sampah daun. Suasana di sana terlihat seperti hutan belantara yang tidak tersentuh tangan manusia, bukan tempat pemakaman yang seharusnya dijaga kebersihan dan ketertibannya.

“Sudah lama sekali tidak ada yang datang membersihkan atau merawat. Rumput makin tinggi, semak makin lebat. Kalau mau ziarah ke makam orang tua atau kerabat, kami harus bawa parang dulu untuk membabat jalan. Sangat sulit dan memprihatinkan,” keluh salah seorang warga Desa Melilian.

Warga Kekhawatiran
Kondisi yang sangat tidak terawat ini menimbulkan berbagai dampak negatif dan kekhawatiran bagi masyarakat sekitar, antara lain:
1. Sulit Diakses: Warga kesulitan besar saat ingin berziarah, membersihkan makam, atau saat ada penguburan baru.
2. Berbahaya: Kawasan yang penuh semak lebat dikhawatirkan menjadi sarang hewan berbisa seperti ular, kalajengking, atau hewan liar lainnya yang membahayakan keselamatan warga yang lewat.
3. Rawan Kebakaran: Saat musim kemarau seperti sekarang, tumpukan daun kering dan rumput tinggi sangat mudah terbakar, berisiko meluas ke pemukiman warga sekitar.
4. Hilangnya Nilai Penghormatan: Masyarakat merasa tidak dihargai, karena tempat peristirahatan terakhir keluarga mereka dibiarkan kotor, kumuh, dan terbengkalai tanpa ada perhatian.

Saat awak media komunikasi ke Pala desa Kemari memang ada tapi sekarang tidak ada lagi tak lagi oleh tidak ada efisiensi.ujar kepala Desa Melilian kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim

Warga menilai kondisi ini terjadi karena tidak adanya pengelolaan yang baik, pembersihan rutin, maupun tanggung jawab yang jelas dari pihak pengurus desa maupun instansi terkait. Padahal, TPU adalah fasilitas umum yang pengelolaannya menjadi tanggung jawab pemerintah desa.

Selama bertahun-tahun, warga mengaku tidak pernah melihat ada petugas, pengurus, atau aparat desa yang datang untuk melakukan pembersihan, pemangkasan, atau perbaikan fasilitas di sana. Anggaran atau dana pemeliharaan pun dikabarkan tidak pernah digunakan atau tidak diketahui kejelasannya.

Tuntutan Warga Minta Perhatian dan Penanganan Serius kondisi yang kini menjadi sorotan luas ini membuat warga Desa Melilian menuntut agar Pemerintah Desa Melilian, Pemerintah Kecamatan Gelumbang, serta Dinas terkait di Kabupaten Muara Enim segera turun tangan.

Masyarakat meminta dilakukan pembersihan besar-besaran, penataan ulang areal makam, pembuatan jalur akses yang jelas, serta pembentukan pengelola tetap agar TPU kembali bersih, aman, dan terawat. Warga juga berharap ada transparansi mengenai anggaran pemeliharaan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Warga berharap, tempat peristirahatan terakhir para leluhur dan kerabat mereka kembali dihormati dan terawat dengan layak, bukan dibiarkan menjadi hutan semak belukar yang menyedihkan.Lp Firdaus dan Indra

Tim investigasi AnalisaAiberNsws

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x