

ANALISASIBERNEWS.COM

PANDEGLANG –- Sinergitas antara insan pers, TNI, dan Polri dinilai memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, serta membangun kepercayaan publik di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang.
Semangat tersebut tercermin dalam pertemuan sejumlah jurnalis bersama jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Patia dan Koramil Panimbang yang berlangsung di Waroeng Garasi, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah bertukar gagasan mengenai pentingnya menjaga harmoni sosial, memperkuat komunikasi antarlembaga, serta meningkatkan kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kanit Provost Polsek Patia Nanang Kosim, Kanit Intel Polsek Patia beserta anggota, serta Danposmil Koramil Panimbang Suhaeli. Sementara dari kalangan media hadir Ketua Jurnalis Banten Bersatu (JBB) Kasman, Sekretaris AWDI Kabupaten Pandeglang Jaka Somantri, serta sejumlah jurnalis lainnya, di antaranya Edi, Dedi, dan Embing.
Dalam diskusi tersebut, para peserta membahas berbagai isu terkait peran strategis media, TNI, dan Polri sebagai bagian dari elemen bangsa yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua JBB, Kasman, mengatakan bahwa insan pers tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga berperan dalam mencerdaskan masyarakat melalui karya jurnalistik yang berimbang, objektif, dan bertanggung jawab.
“Sinergitas antara media, TNI, dan Polri merupakan modal penting dalam membangun ruang komunikasi yang sehat. Dari komunikasi yang baik akan lahir kepercayaan, dan dari kepercayaan akan tumbuh kekuatan bersama untuk menjaga daerah tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris AWDI Kabupaten Pandeglang, Jaka Somantri, menilai pertemuan tersebut memiliki makna strategis dalam memperkuat hubungan antarelemen bangsa.
“Perbedaan profesi bukanlah batas, melainkan jembatan untuk saling melengkapi. Ketika wartawan, TNI, dan Polri berjalan dalam semangat pengabdian yang sama, maka masyarakat akan merasakan manfaat dari kebersamaan tersebut,” katanya.
Selain membahas tugas dan fungsi masing-masing lembaga, diskusi juga menyinggung pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, serta semangat gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan sosial di era modern.
Para peserta sepakat bahwa komunikasi yang terbuka dan hubungan yang harmonis antara media, TNI, dan Polri menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kondusivitas wilayah. Keamanan dan ketertiban masyarakat, menurut mereka, tidak hanya dibangun melalui tugas institusional, tetapi juga melalui kepercayaan dan kerja sama yang berkelanjutan.
Pertemuan tersebut menjadi refleksi bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai peran dan profesi. Dengan memperkuat sinergitas dan menjaga komunikasi yang baik, seluruh elemen bangsa diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga persatuan, keamanan, dan kemajuan daerah demi Indonesia yang damai, bermartabat, dan berdaulat.
penulis : Dedi S wapimred


Tidak ada komentar